Kamis, 23 April 2015

KAJIAN HIKMAH


Hati-hati “Fir’aun Syndrome”
by. Kajian Islam

‘Kalau ngga kerja keras kayak gini nih, anak istri mau makan apa? Emangnya duit turun dari langit? Siang-malam kerja aja masih selalu kurang gitu kok..’

Anda pernah dengar keluhan seperti itu? Mungkin dari teman Anda? Mungkin juga saudara Anda? Atau jangan-jangan orang tua Anda? atau malah Anda sendiri yang sering ngedumel begitu?
Waduuuh.. segera insyaf ya teman.. hhee
 
Memang sih.. Kalau mikir kebutuhan hidup itu bawaannya kuraaang melulu. Yang masih bujang, butuh duit buat biaya nikah. Yang sudah nikah, butuh duit buat beli rumah. Yang sudah punya rumah, butuh biaya sekolah anak.

Belum lagi kalau anak makin gede, ingin punya kendaraan roda dua lah.. ingin beli mobil lah.. ingin punya villa lah.. ingin keliling dunia lah.. Dan lah lah yang lain lagi banyak sekali.
Tapi teman.. Haruskah kita ikut larut dalam pemenuhan duniawi yang tanpa ada ujungnya?
Haruskah kita biarkan pikiran kita terbelenggu oleh materi?
Dan haruskah kita biarkan jiwa kita tersesat tanpa tuntunan cahaya Ilahi?
Sudah kewajiban kita untuk bekerja demi menafkahi anak-istri. Sudah sepantasnya kita mendapat upah dari usaha kita. Sudah selayaknya pula kita mendapat sedikit kelebihan materi atas kerja keras kita.
Tapi teman.. ngomongnya jangan gitu ah.. Seakan-akan semua materi yang kita peroleh adalah hasil kerja kita semata. Jadinya seperti Fir’aun dong? Menuhankan dirinya sendiri.
Perhatikan kalimat di atas ‘Kalau ngga kerja keras kayak gini nih, anak istri mau makan apa?’, seakan Anda lah yang mendatangkan rezeki untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Padahal hakikat semua yang kita nikmati di dunia ini adalah karunia Allah SWT. Perhatikan firman Allah SWT dalam QS An-Naml ayat 40 berikut:
“Maka tatkala Sulaiman melihat singgasana itu terletak di hadapannya, ia pun berkata: “Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mencoba aku apakah aku bersyukur atau mengingkari (akan nikmat-Nya). Dan barang siapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk (kebaikan) dirinya sendiri dan barang siapa yang ingkar, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia.”
Ayat tersebut menegaskan bahwa semua rezeki/karunia yang kita nikmati adalah pemberian Allah SWT, dan yang musti ditekankan adalah bahwa semua karunia itu merupakan ujian bagi kita, apakah kita akan mensyukurinya atau justru mengingkarinya.
Nah, kalimat “Kalau ngga kerja keras kayak gini nih, anak istri mau makan apa?” bisa dikategorikan ‘mengingkari nikmat Allah SWT’
So, hati-hati ya teman.. Jangan sampai Anda terkena “Fir’aun Syndrome” & jatuh dalam jebakan setan yang terkutuk..
Wallahu a’lam bishowab
Semoga Allah memberikan petunjuknya pada kita semua. Amiin J


Penulis: Asyrof RI

Tidak ada komentar:

Posting Komentar